Now Playing Tracks

Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.


Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.


By:
Yang Sedang Merasakan Cinta.
Zoom Info
Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.


Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.


By:
Yang Sedang Merasakan Cinta.
Zoom Info
Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.


Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.


By:
Yang Sedang Merasakan Cinta.
Zoom Info
Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.


Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.


By:
Yang Sedang Merasakan Cinta.
Zoom Info
Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.


Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.


By:
Yang Sedang Merasakan Cinta.
Zoom Info
Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.


Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.


By:
Yang Sedang Merasakan Cinta.
Zoom Info

Sesekali Bicara Cinta

Cinta itu..

Cinta itu ada di setiap ucapan “Selamat Pagi” untuk menyemangati harimu.

Cinta itu ada di setiap tangan ini saling menggenggam, dan saling menjaga.

Cinta itu ada di setiap senyum menyambut kedatanganmu.

Cinta itu ada di balik wajahku yang memerah saat mengingatmu.

Cinta itu ada di setiap menit detik aku menunggu pesanmu masuk ke dalam ponselku.

Cinta itu ada di setiap topeng keangkuhanku untuk mendapatkan perhatianmu.

Cinta itu ada di balik lamunanku akan dirimu saat senja mulai semakin jingga.

Cinta itu ada di setiap tetes kerinduanku akan canda bahagiamu.

Cinta itu ada di setiap kata “Aku sayang kamu” yang belum berani aku ungkapkan.

Cinta itu ada di setiap cerita rahasia yang aku titipkan kepadamu.

Cinta itu ada di balik ucapan “Selamat Tidur” dan “Mimpi Indah” sebelum kau pejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari.

By:

Yang Sedang Merasakan Cinta.

KEBERSAMAAN YANG TERSIAKAN
Oleh: Ary Dwiaji 
 
Ingatkah sebagian banyak dari kita menikmati kebersamaan bersama orang tua dan keluarga kita semasa kecil dahulu. Bahagia bermain bersama, tertawa, tersenyum, berlarian sana-sini seakan tiada hari esok, hingga tidak jarang pula hingga kita terlelap kelelahan setelahnya dan digendongnya kita hingga sampai rumah. Menghabiskan sebagian besar waktu bersama saling melindungi, berpegangan tangan, dan saling mengawasi, lelah dan letih pun bertransformasi menjadi riang dan gembira. Hingga tak sadar telah banyak waktu yang terlalui bersama,
 
Waktu pun tak pernah berhenti, terus berputar dan berjalan, membawa orangtua dan keluarga kita ke usia yang tidak lagi muda. Sang waktu pun terus meregangkan kulit mereka, melemahkan otot mereka, merapuhkan tulang dan gigi-gigi mereka. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadarinya dan membiarkan itu terjadi tanpa berbuat apapun. Hingga pada waktu behenti, berhenti diakhir perjalanannnya, dan mengakhiri perjalanan hidup mereka. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengembalikannya dan tidak ada lagi kebersamaan yang dulu biasa dilalui yang bersisa hanya rindu, rindu ingin bertemu.
 
Sebagian dari kita tidak sadar telah menyiakan waktu kebersamaan yang seharusnya bisa dihargai untuk dihabiskan bersama orang tua dan keluarga. Kita terlalu teralihkan oleh kesibukan yang ada setiap harinya, melewatkan tiap detik menit dengan pekerjaan pribadi, melupakan setiap moment yang ada, membuang kesempatan meluangkan waktu bersama. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kesendirian dan tak jarang kesedihan dan kekecewaan dikarenakan oleh kebersamaan yang tersiakan.

 
Zoom Info
KEBERSAMAAN YANG TERSIAKAN
Oleh: Ary Dwiaji 
 
Ingatkah sebagian banyak dari kita menikmati kebersamaan bersama orang tua dan keluarga kita semasa kecil dahulu. Bahagia bermain bersama, tertawa, tersenyum, berlarian sana-sini seakan tiada hari esok, hingga tidak jarang pula hingga kita terlelap kelelahan setelahnya dan digendongnya kita hingga sampai rumah. Menghabiskan sebagian besar waktu bersama saling melindungi, berpegangan tangan, dan saling mengawasi, lelah dan letih pun bertransformasi menjadi riang dan gembira. Hingga tak sadar telah banyak waktu yang terlalui bersama,
 
Waktu pun tak pernah berhenti, terus berputar dan berjalan, membawa orangtua dan keluarga kita ke usia yang tidak lagi muda. Sang waktu pun terus meregangkan kulit mereka, melemahkan otot mereka, merapuhkan tulang dan gigi-gigi mereka. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadarinya dan membiarkan itu terjadi tanpa berbuat apapun. Hingga pada waktu behenti, berhenti diakhir perjalanannnya, dan mengakhiri perjalanan hidup mereka. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengembalikannya dan tidak ada lagi kebersamaan yang dulu biasa dilalui yang bersisa hanya rindu, rindu ingin bertemu.
 
Sebagian dari kita tidak sadar telah menyiakan waktu kebersamaan yang seharusnya bisa dihargai untuk dihabiskan bersama orang tua dan keluarga. Kita terlalu teralihkan oleh kesibukan yang ada setiap harinya, melewatkan tiap detik menit dengan pekerjaan pribadi, melupakan setiap moment yang ada, membuang kesempatan meluangkan waktu bersama. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kesendirian dan tak jarang kesedihan dan kekecewaan dikarenakan oleh kebersamaan yang tersiakan.

 
Zoom Info
KEBERSAMAAN YANG TERSIAKAN
Oleh: Ary Dwiaji 
 
Ingatkah sebagian banyak dari kita menikmati kebersamaan bersama orang tua dan keluarga kita semasa kecil dahulu. Bahagia bermain bersama, tertawa, tersenyum, berlarian sana-sini seakan tiada hari esok, hingga tidak jarang pula hingga kita terlelap kelelahan setelahnya dan digendongnya kita hingga sampai rumah. Menghabiskan sebagian besar waktu bersama saling melindungi, berpegangan tangan, dan saling mengawasi, lelah dan letih pun bertransformasi menjadi riang dan gembira. Hingga tak sadar telah banyak waktu yang terlalui bersama,
 
Waktu pun tak pernah berhenti, terus berputar dan berjalan, membawa orangtua dan keluarga kita ke usia yang tidak lagi muda. Sang waktu pun terus meregangkan kulit mereka, melemahkan otot mereka, merapuhkan tulang dan gigi-gigi mereka. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadarinya dan membiarkan itu terjadi tanpa berbuat apapun. Hingga pada waktu behenti, berhenti diakhir perjalanannnya, dan mengakhiri perjalanan hidup mereka. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengembalikannya dan tidak ada lagi kebersamaan yang dulu biasa dilalui yang bersisa hanya rindu, rindu ingin bertemu.
 
Sebagian dari kita tidak sadar telah menyiakan waktu kebersamaan yang seharusnya bisa dihargai untuk dihabiskan bersama orang tua dan keluarga. Kita terlalu teralihkan oleh kesibukan yang ada setiap harinya, melewatkan tiap detik menit dengan pekerjaan pribadi, melupakan setiap moment yang ada, membuang kesempatan meluangkan waktu bersama. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kesendirian dan tak jarang kesedihan dan kekecewaan dikarenakan oleh kebersamaan yang tersiakan.

 
Zoom Info
KEBERSAMAAN YANG TERSIAKAN
Oleh: Ary Dwiaji 
 
Ingatkah sebagian banyak dari kita menikmati kebersamaan bersama orang tua dan keluarga kita semasa kecil dahulu. Bahagia bermain bersama, tertawa, tersenyum, berlarian sana-sini seakan tiada hari esok, hingga tidak jarang pula hingga kita terlelap kelelahan setelahnya dan digendongnya kita hingga sampai rumah. Menghabiskan sebagian besar waktu bersama saling melindungi, berpegangan tangan, dan saling mengawasi, lelah dan letih pun bertransformasi menjadi riang dan gembira. Hingga tak sadar telah banyak waktu yang terlalui bersama,
 
Waktu pun tak pernah berhenti, terus berputar dan berjalan, membawa orangtua dan keluarga kita ke usia yang tidak lagi muda. Sang waktu pun terus meregangkan kulit mereka, melemahkan otot mereka, merapuhkan tulang dan gigi-gigi mereka. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadarinya dan membiarkan itu terjadi tanpa berbuat apapun. Hingga pada waktu behenti, berhenti diakhir perjalanannnya, dan mengakhiri perjalanan hidup mereka. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengembalikannya dan tidak ada lagi kebersamaan yang dulu biasa dilalui yang bersisa hanya rindu, rindu ingin bertemu.
 
Sebagian dari kita tidak sadar telah menyiakan waktu kebersamaan yang seharusnya bisa dihargai untuk dihabiskan bersama orang tua dan keluarga. Kita terlalu teralihkan oleh kesibukan yang ada setiap harinya, melewatkan tiap detik menit dengan pekerjaan pribadi, melupakan setiap moment yang ada, membuang kesempatan meluangkan waktu bersama. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kesendirian dan tak jarang kesedihan dan kekecewaan dikarenakan oleh kebersamaan yang tersiakan.

 
Zoom Info
KEBERSAMAAN YANG TERSIAKAN
Oleh: Ary Dwiaji 
 
Ingatkah sebagian banyak dari kita menikmati kebersamaan bersama orang tua dan keluarga kita semasa kecil dahulu. Bahagia bermain bersama, tertawa, tersenyum, berlarian sana-sini seakan tiada hari esok, hingga tidak jarang pula hingga kita terlelap kelelahan setelahnya dan digendongnya kita hingga sampai rumah. Menghabiskan sebagian besar waktu bersama saling melindungi, berpegangan tangan, dan saling mengawasi, lelah dan letih pun bertransformasi menjadi riang dan gembira. Hingga tak sadar telah banyak waktu yang terlalui bersama,
 
Waktu pun tak pernah berhenti, terus berputar dan berjalan, membawa orangtua dan keluarga kita ke usia yang tidak lagi muda. Sang waktu pun terus meregangkan kulit mereka, melemahkan otot mereka, merapuhkan tulang dan gigi-gigi mereka. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadarinya dan membiarkan itu terjadi tanpa berbuat apapun. Hingga pada waktu behenti, berhenti diakhir perjalanannnya, dan mengakhiri perjalanan hidup mereka. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengembalikannya dan tidak ada lagi kebersamaan yang dulu biasa dilalui yang bersisa hanya rindu, rindu ingin bertemu.
 
Sebagian dari kita tidak sadar telah menyiakan waktu kebersamaan yang seharusnya bisa dihargai untuk dihabiskan bersama orang tua dan keluarga. Kita terlalu teralihkan oleh kesibukan yang ada setiap harinya, melewatkan tiap detik menit dengan pekerjaan pribadi, melupakan setiap moment yang ada, membuang kesempatan meluangkan waktu bersama. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kesendirian dan tak jarang kesedihan dan kekecewaan dikarenakan oleh kebersamaan yang tersiakan.

 
Zoom Info

KEBERSAMAAN YANG TERSIAKAN

Oleh: Ary Dwiaji 

 

Ingatkah sebagian banyak dari kita menikmati kebersamaan bersama orang tua dan keluarga kita semasa kecil dahulu. Bahagia bermain bersama, tertawa, tersenyum, berlarian sana-sini seakan tiada hari esok, hingga tidak jarang pula hingga kita terlelap kelelahan setelahnya dan digendongnya kita hingga sampai rumah. Menghabiskan sebagian besar waktu bersama saling melindungi, berpegangan tangan, dan saling mengawasi, lelah dan letih pun bertransformasi menjadi riang dan gembira. Hingga tak sadar telah banyak waktu yang terlalui bersama,

 

Waktu pun tak pernah berhenti, terus berputar dan berjalan, membawa orangtua dan keluarga kita ke usia yang tidak lagi muda. Sang waktu pun terus meregangkan kulit mereka, melemahkan otot mereka, merapuhkan tulang dan gigi-gigi mereka. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadarinya dan membiarkan itu terjadi tanpa berbuat apapun. Hingga pada waktu behenti, berhenti diakhir perjalanannnya, dan mengakhiri perjalanan hidup mereka. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengembalikannya dan tidak ada lagi kebersamaan yang dulu biasa dilalui yang bersisa hanya rindu, rindu ingin bertemu.

 

Sebagian dari kita tidak sadar telah menyiakan waktu kebersamaan yang seharusnya bisa dihargai untuk dihabiskan bersama orang tua dan keluarga. Kita terlalu teralihkan oleh kesibukan yang ada setiap harinya, melewatkan tiap detik menit dengan pekerjaan pribadi, melupakan setiap moment yang ada, membuang kesempatan meluangkan waktu bersama. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kesendirian dan tak jarang kesedihan dan kekecewaan dikarenakan oleh kebersamaan yang tersiakan.

 

To Tumblr, Love Pixel Union